Kebijakan Pembangunan Pertanian

Kebijakan Pembangunan Pertanian

STAREGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN

 DINAS PERTANIAN KABUPATEN PEMALANG

 

Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang tahun 2016-2021 merupakan penjabaran visi, misi pembangunan pertanian, perkebunan, peternakan dan pangan serta panduan dan rujukan bagi penyelenggaraan pembangunan yang akan dilaksananakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang dan ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Oleh karena itu subtansi RENSTRA mencakup seluruh urusan yang ada pada Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi Dinas Pertanian dan Kehutanan, maka Strategi pembangunan pertanian, perkebunan, peternakan dan pangan Tahun 2016-2021sebagai berikut :

Merujuk pada tujuan dan sasaran tersebut diatas maka rumusan strategi Dinas Pertanian adalah sebagai berikut :

  1. Strategi yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan petani, yaitu :
  • Pembinaan secata intensif kelompok petani yang mendapatkan pembinaan dari pemerintah.
  • Pembinaan, pengawalan dan pendampingan gapoktan PUAP supaya mampu melaksanakan RAT dari hasil pembinaan dari pemerintah kabupaten.
  • Pengawalan dan pendampingan kelompok tani tanaman pangan/perkebunan/peternakan yang mendapat bantuan/pembinaan dari pemerintah kabupaten.
  1. Strategi yang terkait dengan peningkatan produksi pertanian/perkebunan, yaitu :
  • Pengelolaan usahatani secara terpadu (integrasi) berbasis teknologi spesifik lokasi
  • Peningkatan pola tanam dan intensitas tanam melalui optimasi lahan, perbaikan irigasi dan pemanfaatan lahan kering/tidur.
  • Pengamanan produksi melalui mitigasi, peningkatan pengendalian dan pencegahan terhadap OPT, penanganan panen dan pasca panen.
  1. Strategi yang terkait dengan peningkatan produksi hasil peternakan, yaitu :
  • Adanya aturan tentang larangan memotong hewan yang hamil.
  • Pemberdayaan petani petarnak hewan penghasil daging.
  • Pengembangan usaha ternak
  • Pemberian nutrisi yang tepat dan efisien kepada hewan penghasil daging dan telur.
  1. Strategi yang terkait dengan peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, yaitu :
  • Pemeriksaan hewan dilakukan secara lebih intensif dengan dan peningkatan frekuensi.
  • Penanggulangan penyakit hewan secara dini.
  • Pencegahan penyakit hewan secara lebih cepat dan tepat.
  1. Strategi yang terkait dengan peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian, yaitu :
  • Mengikuti kegiatan pameran dan promosi pertanian/perkebunan secara efektif dan efisien.
  1. Strategi yang terkait dengan peningkatan penerapan teknologi peternakan, yaitu :
  • Membuat regulasi tentang pemotongan hewan ternak, baik ternak besar maupun ternak kecil.
  1. Strategi yang terkait dengan peningkatan pemberdayaan penyuluh pertanian/ perkebunan lapangan, yaitu :
  • Mengusulkan lebih banyak secara efektif dan efisien (right man on the right job) diklat teknis dan inovasi bagi penyuluh pertanian.
  1. Strategi yang terkait dengan pangan, yaitu :
  • Pengembangan cadangan pangan pemerintah daerah dan pengembangan cadangan pangan pemerintah desa serta pengembangan cadangan pangan masyarakat / lumbung pangan masyarakat;
  • Pemberdayaan kelembagaan masyarakat dalam mengatasi kerawanan pangan melalui pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat;
  • Pengembangan sistem distribusi pangan dan pemantauan harga pangan secara berkala;
  • Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga;
  • Penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal melalui pemanfaatan pekarangan;
  • Peningkatan kesadaran mutu dan keamanan produk pangan kepada pelaku usaha bidang pangan serta konsumen.
  • Tercapainya peningkatan kualitas konsumsi pangan sehingga mencapai skor Pola Pangan Harapan (PPH) sebesar 88 (tahun 2021).

 

Tabel Keterkaitan Visi, Misi Bupati dan Wakil Bupati

Dan Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Pertanian

 

Visi Misi Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Terwujudnya Pemalang Hebat yang Berdaulat, Berjatidiri, Mandiri dan Sejahtera 3. Meneguhkan ekonomi kerakyatan yang berbasis pertanian, kelautan, perdagangan serta usaha kecil dan menengah (UKM) serta upaya penanggulangan kemiskinan 1.    Meningkatkan kesejahteraan petani2.    Meningkatkan produksi pertanian/perkebunan

3.    Meningkatkan produksi hasil peternakan

4.    Meningkatkan pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak

5.    Meningkatkan pemasaran hasil produksi pertanian

6.    Meningkatkan penerapan teknologi peternakan

7.    Meningkatkan pemberdayaan penyuluh pertanian/ perkebunan lapangan

8.      Meningkatkan ketersediaan dan cadangan pangan dengan mengoptimalkan sumberdaya yang dimilikinya/dikuasainya secara berkelanjutan;

9.      Membangun kesiapan dalam mengantisipasi dan menanggulangi kerawanan pangan;

10.   Mengembangkan sistem distribusi, harga dan akses pangan untuk turut serta memelihara stabilitas pasokan dan harga pangan bagi masyarakat;

11.   Mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan dan gizi guna meningkatkan kualitas SDM dan penurunan konsumsi beras perkapita;

12.   Mengembangkan sistem penanganan keamanan pangan segar

1.     Meningkatnya gapoktan PUAP yang mampu melaksanakan RAT dari hasil pembinaan dari pemerintah kabupaten.2.     Meningkatnya kelompok tani tanaman pangan/perkebunan/peternakan yang mendapat bantuan/pembinaan dari pemerintah kabupaten.

3.     Meningkatnya produktivitas hasil panen produksi pertanian tanaman pangan utama dalam satuan luas per hektar.

4.     Meningkatnya produksi pertanian tanaman pangan utama dalam satuan ton.

5.     Meningkatnya produksi pertanian tanaman hortikultura utama dalam satuan ton.

6.     Meningkatnya populasi komoditas peternakan utama dalam satuan ekor.

7.     Meningkatnya produksi daging dalam satuan kg.

8.     Meningkatnya produksi telur dalam satuan kg.

9.     Menurunnya angka kesakitan/morbiditas ternak dalam satuan prosentase

10. Banyaknya kegiatan promosi pertanian/perkebunan

11. Meningkatnya jumlah hewan ternak  yang dipotong di RPH dalam satuan ekor

12. Meningkatnya penyuluh pertanian yang mengikuti diklat teknis dan inovasi pertanian

13. Dipertahankannya ketersediaan energi per kapita minimal 2.200 kilokalori/hari dan penyediaan protein per kapita minimal 57 gram/hari;

14.    Makin berkurangnya jumlah penduduk rawan pangan minimal 1% setiap tahun;

15.    Tercapainya peningkatan konsumsi pangan per kapita untuk memenuhi kecukupan energi minimal 2.000 kilokalori/hari dan protein sebesar 52 gram/hari;

16.    Tercapainya peningkatan distribusi pangan yang mampu menjaga harga pangan yang terjangkau bagi masyarakat;

17.    Meningkatnya penanganan keamanan pangan segar melalui peningkatan peran produsen dan kepedulian konsumen;

18.    Meningkatnya efektifitas koordinasi kebijakan ketahanan pangan melalui Dewan Ketahanan Pangan.

1.   Pembinaan secata intensif kelompok petani yang mendapatkan pembinaan dari pemerintah.2.   Pembinaan, pengawalan dan pendampingan gapoktan PUAP supaya  mampu melaksanakan RAT dari hasil pembinaan dari pemerintah kabupaten.

3.   Pengawalan dan pendampingan kelompok tani tanaman pangan/perkebunan/peternakan yang mendapat bantuan/pembinaan dari pemerintah kabupaten

4.   Pengelolaan usahatani secara terpadu (integrasi) berbasis teknologi spesifik lokasi

5.   Peningkatan pola tanam dan intensitas tanam melalui optimasi lahan, perbaikan irigasi dan pemanfaatan lahan kering/tidur.

6.   Pengamanan produksi melalui mitigasi, peningkatan pengendalian dan pencegahan terhadap OPT, penanganan panen dan pasca panen.

7.   Adanya aturan tentang larangan memotong hewan yang hamil.

8.   Pemberdayaan petani petarnak hewan penghasil daging.

9.   Pengembangan usaha ternak

10.                  Pemberian nutrisi yang tepat dan efisien kepada hewan penghasil daging dan telur.

11.    Pemeriksaan hewan dilakukan secara lebih intensif dengan dan peningkatan frekuensi.

12.    Penanggulangan penyakit hewan secara dini.

13.    Pencegahan penyakit hewan secara lebih cepat dan tepat.

14.    Mengikuti kegiatan pameran dan promosi pertanian/perkebunan secara efektif dan efisien.

15.    Membuat regulasi tentang pemotongan hewan ternak, baik ternak besar maupun ternak kecil.

16.    Mengusulkan lebih banyak secara efektif dan efisien (right man on the right job) diklat teknis dan inovasi bagi penyuluh pertanian.

17.    Pengembangan cadangan pangan pemerintah daerah dan pengembangan cadangan pangan pemerintah desa serta pengembangan cadangan pangan masyarakat / lumbung pangan masyarakat;

18.    Pemberdayaan kelembagaan masyarakat dalam mengatasi kerawanan pangan melalui pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat;

19.    Pengembangan sistem distribusi pangan dan pemantauan harga pangan secara berkala;

20.    Pemberdayan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga;

21.    Penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal melalui pemanfaatan pekarangan;

22.    Peningkatan kesadaran mutu dan keamanan produk pangan kepada pelaku usaha bidang pangan serta konsumen.

23.    Tercapainya peningkatan kualitas konsumsi pangan sehingga mencapai skor Pola Pangan Harapan (PPH) sebesar 88 (tahun 2021).

1. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian2.Mengoptimalkan fungsi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten;

3.Mengembangkan kemampuan pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat;

4.Meningkatkan sarana dan prasarana untuk efisiensi distribusi dan perdagangan pangan;

5.Mengembangkan kelembagaan dan sarana fisik pengolahan dan pemasaran di pedesaan;

6.Memantau kebijakan harga pangan untuk melindungi produsen dan konsumen;

7.Meningkatkan kemampuan akses pangan rumah tangga sesuai kebutuhan jumlah, mutu, keamanan dan keseimbangan gizi;

8.Mendorongmengembangkan dan memfasilitasi peran serta masyarakat dalam memenuhi hak atas pangan khususnya bagi kelompok yang kurang mampu;

9.Meningkatkan efisiensi dan efektivitas bantuan pangan kepada golongan masyarakat rawan pangan;

10.Mempercepat proses diversifikasi pangan kearah konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang dan